Wakaf Quran
Pendahuluan
Wakaf merupakan amalan jariyyah yang pahalanya terus mengalir walaupun wakifnya telah meninggal dunia. Al-Qur’an merupakan kitabullah yang diantara predikatnya adalah sebagai petunuk dan pedoman hidup bagi manusia (hudan li al-nas), penawar hati (syifa’), rahmat (rahmah), dan nasihat baik (mau’idhah) (at-Taubah: 57); Penerang kehidupan (al-nur) (Ali Imran: 147), pemberi kebajukan (mubarak) (al An’am: 92); dan penjelas (mubin) al-Maidah: 15.
Wakaf Al’Qur’an merupakan salah satu amal jariyyah dalam membumikan Al-Qur’an di Indonesia dan dunia Islam melalui konsep keberkahan dalam berjamaah agar wakaf Al-Qur’an yang digalakkan mengundang pertolongan Allah subhanahu wa ta’alla. Tetapi tidak hanya terbatas pada penyebaran fisik Al-Qur’an bagi yang membutuhkan saja. Tetapi Al-Qur’an benar-benar tertanam pada diri setiap muslim dengan mentadabburinya untuk kemudian diamalkan.
Tadabbur Al-Qur’an merupakanc ara berinteraksi dengan Al-Qur’an yang diinginkan oleh Al-Qur’an itu sendiri. Tadabbur adalah berhenti pada sebuah ayat Al-Quran, merenunginya, dan mengambil manfaat baik dari sisi keimanan, ilmu, dan amalan. (Ar-Rabiah, Mafhumit Tadabbur fi Dhauil kitab Wassunnah, hal. 178)
Berjamaah merupakan cara terbaik untuk mendapatkan keberkahan dan pertolongan Allah.
Berqur’an yang Fungsional
- Allah menurunkan Al-Qur’an bukan hanya sekedar untuk dibaca atau dihapalkan tetapi yang lebih penting dari itu adalah menjadikannya sebagai hidayah dan pedoman dalam menjalani hidup,
- Berqur’an yang gungsional adalah dengan menghalalkan yang dihalalkan Al-Qur’an dan mengharaman yang diharamkan Al-Qur’an dalam keseharian,
- Serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber utama membangun peradaban.